TIP untuk tidak terjebak menjadi "CALON PENGANTIN" atau tekanan psikologi atau "CUCI OTAK" Negara Islam Indonesia (NII) salah satu pengamat teroris di Indonesia menyarankan agar tidak menjauhi seseorang yang selalu mengatakan 10 kata: jihad, syahid... bla bla bla... di metrotv sebelum jam 7 tadi pagi pada topik BOM BUNUH diri di masjid Cirebon
Begitu banyak kejadian, kekerasan, kerusuhan, teror baik yang murni spontanitas maupun yang telah di skanario dengan profesional untuk menyudutkan kaum muslimin di Indonesia.
seperti yang telah disampaikan oleh pengamat terorisme di metro-TV pagi tadi, secara sadar atau tidak beliau mengajak pemirsa/pendengar untuk menjauhi Islam.
Islam tidak dapat dipisahkan dengan JIHADU sampai dunia ini berakhir, jangan bawa2 kata JIHAD menuju arti yang sempit seperti di atas!
JIHAD bukan BUNUH DIRI konyol spt itu, ajaran islam sangat indah jangankan sesama Moslem, kepada kafir zimmi tidak ada toleran bagi moslem yg menyerangnya. karena itiu disamakan dengan melawan Muhammad Shollallahu 'Alaihi wasallama
Barangsiapa menyakiti dzimmi, maka aku berperkara dengannya, dan barangsiapa berperkara dengan aku, maka aku akan memperkarakannya pada Hari Kiamat (HR as-Suyuthi, al-Jami’ as-Shaghir).
Sejarah membuktikan India pernah 200 tahun dikuasai oleh kerajaan Islam, disebabkan pada waktu itu masyarakat hindu lebih tenang dan aman dipimpin oleh Islam. Demikian juga di Palestina, Iraq, Afganistan kebebasan hidup dan beribadah baik agama Yahudi maupun Nasrani demikian dijunjung tinggi selama dipimpin oleh Islam. Sebaliknya, terjadi pembantaian ratusan ribu kaum muslimin ketika Palestina/iraq/afganistan direbut oleh pasukan Nasrani. Dan Sultan Salahuddin Al-Ayubi tidak melakukan pembalasan ketika berhasil merebut kembali Palestina. Dan kini Palestina tidak kunjung aman ketika dikuasai oleh Yahudi.
silahkan lihat film Sultan Salahudin Al-Ayyubi yang banyak ditentang barat, disana memperagakan bagaimana Salahudin menghormati dan menjunjung tinggi dengan tidak menginjak simbol keyakinan agama lain yang terletak dilantai istana pembebasannya
“Barang siapa membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain (bukan karena qishash), atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan ia membunuh manusia seluruhnya; dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan ia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya.” Al-Maidah: 32.
Begitu indah bukan ajaran islam ini?
Perintah perangpun atau membunuh orang kafir dalam Al-Quran adalah untuk kafir harbi, yaitu orang kafir yang memusuhi dan memerangi umat Islam, serta berada dalam kondisi perang.
Dalam perang melawan kafir harbi pun, Islam sangat menghargai etika dan kemanusiaan. Dalam tradisinya, panglima perang atau Amirul Mukminin sebelum memberangkatkan pasukannya akan selalu mengingatkan untuk tidak menyiksa, memutilasi, dilarang membunuh anak-anak, wanita dan orangtua, serta dilarang membunuh orang yang berada dalam rumah ibadah. Demikian juga pasukan kaum muslimin dilarang membunuh hewan ternak, dan menebangi pepohonan. Lihat Surat Al-Baqarah 190 dan HR Muslim.
Selama ini seakan-akan menjadi pembenaran terhadap pengrusakan/pemboman terhadap masjid oleh orang moslem sendiri sperti yang terjadi di iraq/iran antara sunni dengan syiah.
Pelaku-pelaku bom bnuh diri/jihad yang konyol atau prilaku salah yang menjadi pembenaran oleh pelakunya sebenarnya telah ada sejak dulu, metodenya sama dengan wanita yang melakukan pembenaran penjualan terhadap dirinya untuk perjuangan kelompoknya.
Negara Islam Indonesia (NII) yang saya kenal tahun 97 yg mengklaim terusan perjuangan DI/TII memang begitu cerdik mengamati mangsanya, dengan menyitir ayat2 alqur'an mereka mampu membawa mangsa kearah yang mereka mau.
hanya orang2 yang selalu belajar ilmu dengan baik, terbuka atau komunikasi dengan orang tua yang baik serta do'a dari orang tuanya saja yang selamat dari ajakan mereka.
Sasaran utama mereka adalah:
- Remaja Lingkungan santri/masjid
- Jiwa yg berapi2 tanpa di dasari pengetahuan
- tidak ada hubungan darah dengan anggota ABRI
perekrut2 ini cukup pandai dibidang agama, karismatik. umumnya pertemuan awal dilakukan di tempat umum seperti masjid/musholla, tidak ada paksaan di dalamnya. logat bicaranya seperti orang jawa barat (kebetulan saja x)
pertemuan 1, 2 atau 3 di lingkungan tempat tinggal calon pengikut berisi pengajian biasa, tafsir dan tukar pendapat dengan frekwensi pertemuan seminggu atau 2minggu sekali.
selanjutnya setelah calon sefaham dan diketahui tidak ada hubungan dengan ABRI calon pengikut di bawa pada suatu tempat yang dirahasiakan, mata ditutup (tidak perlu diikat dengan penutup mata).
di sini calon anggota di kenalkan sejarah DI/TII, cekoki dengan faham2 permusuhan dengan NKRI dengan menyitir dan menyeret-nyeret tafsir Alqur'an.
disini peran komunikasi orang tua sangat dibutuhkan. tidak sedikit argumen ilmu agama orang tua berbenturan keras dengan faham anak yang telah di cuci otak. apabila komunikasi menemukan kebuntuan hanya do'a orang tua yang semakbul do'a nabi kepada umatnya yang bisa menyelamatkan.
tak jarang mereka menemui orang tua calon anggota (warga NII) untuk membantu argument anak melawan orang tua dalam berdebat. Pembenaran demi pembenaran suatu kesalahan dilakukan, berbohong demi kebenaran, pergi tanpa ijin orang tua demi perjuangan merupakan salah satu pembenaran2 yang mereka lakukan.
Setelah calon anggota tepatnya warga NII siap sedia secara sukarela untuk berjuang membatu tegaknya Islam, mereka membawa ke jakarta di suatu tempat yang dirahasiakan untuk ganti nama islami dan di BAI'AT, infaq sebagian harta sifatnya wajib dengan menyebutkan nominalnya. Melanggar bai'at berarti pengkhianatan, pengkhianatan berarti hukuman mati. di sinilah tekanan itu di mulai.
Bagi mereka yang terlanjur masuk tidak akan mungkin berani keluar kecuali mereka merasakan kesalahan2 yang dibenarkan dan berani mati melawan kesalahan NII.
Penjemputan paksa dengan dalih penyelamatan menghidari penangankapan kepolisian kerap mereka lakukan. lagi2 mereka mengancam mati kepada warga NII bila menolak pejemputan.
hmmmm...
Hanya keharmonisan kita dengan orang tua dan Do'a nya, Ilmu 'alim Ulama' yang selalu kita pelajari serta ridhoNya yang mampu meluruskan jalan kita






keren gan..hebat..mampir tengok i like...
keren nih bisa didownload ga ya..?????